Entry: :: Dari Seorang Lelaki :: May 3, 2005



Untuk para perempuan di manapun. Tinggikan hargamu di mata Allah...


Wanita Suci,
Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli

Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku

Bagiku kau bukan bunga,

Tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun.

Bagiku manusia adalah makhluk terindah, tersempurna, tertinggi.

Bagiku dirimu salah satu manusia terindah, tersempurna, tertinggi

Karenanya kau tak membutuhkan persamaan.

 

Wanita suci,

Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh,

Karena itu akan membuatku mengingatmu.

Beararti memenuhi kepalaku dengan inginkanmu.

Berimbas pada tersusunnya gambarmu dalam tiap dinding khayalku.

Membuatku inginkanmu sepenuh hati, seluruh jiwa, sesemangat mentari.

Kasihanilah dirimu jika harus hadir dalam khayalku yang masih penuh dengan lumpur, dirimu terlalu suci.

 

Wanita suci,

Berdua menghabiskan waktu denganmu bagaikan mimpi tak berujung,

Ada ingin tapi tak ada henti.

Menyentuhmu merupakan ingin diri, berkelebat selalu,

Meski ujung penutupmu tak berani kusentuh.

Jangan pernah kalah oleh mimpi dan inginku

Karena sucimu, indahmu kau pertaruhkan.

Mungkin kau tak peduli, tapi kau hanya akan menjadi wanita biasa di hadapanku

Bila kau kalah, tak lebih dari wanita biasa.

 

Wanita suci,

Jangan pernah kau tatapku penuh,

Bahkan kau tak perlu lirikan matamu untuk melihatku.

Bukan karena aku terlalu indah, tetapi karena aku seorang manipulator.

Aku biasa memakai topeng keindahan pada wajah burukku,

Mengenakan pakaian sutra emas, meniru laku para rahib,

Meski hatiku lebih kotor dari kubangan lumpur.

Kau memang suci, tetapi masih sangat mungkin kau termanipulasi.

Karena toh kau hanya manusia hanya wanita,

Meski kau wanita suci.

 

Wanita suci,

Beri sepenuh diri pada dia sang lelaku suci

Yang dengan sepenuh diri bawamu pada Tuhan.

Untuknya dirimu ada, itu kata otakkku, terukir dalam kitab suci, tak perlu dipikir lagi.

Tunggu sang lelaku suci menjemputmu

Dalam rangkaian khitbah dan akad.

Atau kejar sang lelaki suci, itu adalah hakmu.

Seperti dicontohkan ibunda Khadijah.

Jangan ada ragu, jangan ada malu, semua terukir dalam kitab suci.

 

Wanita suci,

Bariskan harapmu pada istikharah penuh arti ikhlas.

Relakan Tuhan pilihkan lelaki suci bagimu, mungkin sekarang atau nanti

Bahkan mungkin tak ada sampai kau mati.

Mungkin itu berarti dirimu terlalu suci untuk semua lelaki di alam permainan saat ini.

Mungkin lelaki suci itu menanti di istana kekalmu

Yang kau bangun dengan seluruh kekhusyu’an ibadah.

 

Wanita suci,

Pilihan Tuhan tak selalu seindah inginmu, tapi itulah pilihan-Nya.

Tak ada yang lebih baik dari pilihan Tuhan.

Mungkin kebaikan itu bukan pada lelaki terpilih itu,

Melainkan pada jalan yang kau pilih,

Seperti kisah seorang wanita suci di masa lalu

Yang meminta keislaman sebagai mahar pernikahan.

Atau mungkin kebaikan itu terletak pada keikhlasanmu

Menerima keputusan Sang Kekasih Teritinggi.

Kekasih tempat kita (seharusnya) memberi semua cinta

Dan menerima cinta yang tak terhingga dalam tiap detik hidup kita.


 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments