<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1" ?>
<rss version="0.91">
  <channel>
    <title>al_birru</title>
    <link>http://emine.blogdrive.com/</link>
    <description>BungaTazkiya</description>
    <lastBuildDate>Thu, 14 Dec 2006 09:20:00 PST</lastBuildDate>
    <generator>http://www.blogdrive.com</generator>
    <copyright>Copyright 2006.</copyright>
    <item>
      <title>Ocehan Gak Jelas dari Orang Puyeng</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/32.html</link>
      <pubDate>Thu, 14 Dec 2006 02:15:33 GMT</pubDate>
      <description>Ughhh... lagi pengen nyepi. Lelah. Jenuh. Bukannya bosan hidup, tapi enggan menatap masa depan. Hehe... sama aje kaleee!
Akhir tahun. I end up this year with nothing. Masih di sini, kursi yang sama, gaji yang sama, capability yang itu-itu aja. Well... ada sedikit kemajuan. But still... i think its not worth for a year. 
Lima tahun! anak lima tahun sudah jauh bisa melakukan apa pun daripada anak yang baru lahir. I'm here, 5 years, and i still feeling that i'm nothin. Bukannya tidak bersyukur. Saya bahkan sangat bersyukur dengan kedupan saya sekarang. Tapi ada yang tercabut setelah saya... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=32</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Apakah Dirimu Menyenangkan? ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/31.html</link>
      <pubDate>Wed, 20 Jul 2005 09:54:57 GMT</pubDate>
      <description>Gimana sih rasanya jadi orang yang tidak menyenangkan?


Ketika masih kecil, saya pernah punya tetangga yang galaknya menyaingi herder. Kebetulan halaman rumah tetangga saya itu ditumbuhi pohon jambu yang buahnya menjulur ke luar pagar. Namanya anak-anak kan pasti suka ngambilin tuh, meski belum tentu juga dimakan. Nah, pemiliknya pasti ngamuk bahkan kalau ada yang nyentuh pagar rumahnya. (Eh, kok mirip Pak Raden sih??) Semua anak-anak lari tunggang langgang kalau kepala botaknya muncul. Saya menyimpulkan orag itu tidak menyenangkan dan patut dihindari.


Di kantor lain lagi. Ada golongan... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=31</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Menyenangkan Nggak Menyenangkan ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/30.html</link>
      <pubDate>Tue, 21 Jun 2005 04:20:33 GMT</pubDate>
      <description>Menyenangkan nggak ya jadi orang yang nggak menyenangkan? Kok saya mulai berpikir saya ini orang yang nggak menyenangkan sih? He he... </description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=30</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Gibran, You God Damn Right! ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/29.html</link>
      <pubDate>Fri, 27 May 2005 06:09:09 GMT</pubDate>
      <description>
Ibu adalah kata-kata terindah yang terucap dari bibir manusia…
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan, dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.
Ibu adalah jiwa kebadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
(Gibran Kahlil Gibran)
 
Dua puluh tahun usia saya, mencari makna kata Ibu. Separuh jiwa saya terpakai ketika berusaha menuliskan definisi tentang ibu. Dan sebuah keajaiban, kini saya adalah seorang ibu, dan mengenal sosok lain seorang ibu selain ibu yang pernah mengandung... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=29</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Ibu, Jelaskan Artimu Untukku ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/28.html</link>
      <pubDate>Mon, 23 May 2005 10:58:51 GMT</pubDate>
      <description>Ibu adalah kata-kata terindah yang terucap dari bibir manusia…
Ibu adalah mata air cinta, kemuliaan, kebahagiaan, dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya, ia akan kehilangan sehelai jiwa suci yang senantiasa merestui dan memberkatinya.
Ibu adalah jiwa kebadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
(Gibran Kahlil Gibran)
 
Di sini saya termanggu, mendefinisikan sebuah kata sederhana namun terlalu sulit dicerna karena definisi itu tak pernah berdamai dengan memori ini. Cinta, kehangatan, mentari, adalah ibu. 
 
Begitu indah Islam menggambarkan peran ibu dalam mencipta... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=28</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Ironi ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/27.html</link>
      <pubDate>Thu, 12 May 2005 05:42:28 GMT</pubDate>
      <description>Kebon Singkong, Rabu, 10 Mei 2005
Seorang perempuan setengah baya, mungkin berusia akhir dua puluhan, meringis menahan sakit yang bersumber dari perutnya. Sembilan bulan bayi dalam kandungannya sudah merengek minta keluar. Kebon kosong itu cukup sepi meski tengah hari bolong. Disebelah utara dekat gerumbul pohon bambu tegak beberapa nisan dengan pahatan aksara cina. Deretan pohon singkong di sebelah timur berjajar rapat melindungi tubuh perempuan itu bahkan dari terpaan cahaya lembut sore hari pukul tiga. Kalaulah bayi dalam kandungannya itu jelas asal usul ayahnya, mungkin perempuan itu... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=27</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Dari Seorang Lelaki ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/26.html</link>
      <pubDate>Tue, 03 May 2005 08:17:03 GMT</pubDate>
      <description>Untuk para perempuan di manapun. Tinggikan hargamu di mata Allah...




Wanita Suci,

Mungkin aku memang tak romantis, tapi siapa peduli
Karena toh kau tak mengenalku dan memang tak perlu mengenalku
Bagiku kau bukan bunga,
Tak mampu aku samakanmu dengan bunga-bunga terindah dan terharum sekalipun.
Bagiku manusia adalah makhluk terindah, tersempurna, tertinggi.
Bagiku dirimu salah satu manusia terindah, tersempurna, tertinggi
Karenanya kau tak membutuhkan persamaan.
 
Wanita suci,
Jangan pernah kau biarkan aku menatapmu penuh,
Karena itu akan membuatku mengingatmu.
Beararti... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=26</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Izinkan aku Mengenyahkanmu ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/25.html</link>
      <pubDate>Mon, 02 May 2005 11:02:09 GMT</pubDate>
      <description>   Kenyataan mungkin sering menghenyakkan kita. Tak mengira itu terjadi dekat sekali dengan kehidupan. Berapa sering saya mendengar maksiat di mana-mana, tapi saya hanya beristigfar, lalu melanjutkan hidup seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Terlalu sering. 


   Ketika ia menimpa saudara dekat, yang kebersamaannya melebih kebersamaan saya dengan keluarga, sepertinya saya tidak terima dan merasa terkhianati. Saya merasa terabaikan. Bagaimana mungkin ia dapat melakukan hal-hal yang dilaknat Allah sementara saya hadir di sisinya selalu. Membagi suka dan air mata. Meluangkan waktu untuk... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=25</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Satu Jam di Cipto ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/24.html</link>
      <pubDate>Wed, 27 Apr 2005 10:49:25 GMT</pubDate>
      <description>Pagi itu kabar yang saya terima membuat persendian seperti dilolosi satu-persatu. Anaknya rekan saya, Pak Hasan, baru saja menjalani operasi Sabtu sore kemarin. Jatuh dari lantai dua. Benak saya terbentur oleh wajah Tazq yang sedang lucu-lucunya belajar berjalan.



Selentingan yang saya terima, biaya operasinya saja 12 juta rupiah. Pheww.... Dan saya cukup tahu kondisi Pak Hasan yang sehari-harinya ada di percetakan kantor ini. Entah dari mana beliau dapat menutup semua biaya. Yang saya tahu, akhirnya uang sisa akhir minggu saya serahkan ke dalam amplop saweran teman-teman... (more)</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=24</comments>
    </item>
    <item>
      <title>:: Hentikan Waktu ::</title>
      <link>http://emine.blogdrive.com/archive/23.html</link>
      <pubDate>Wed, 20 Apr 2005 07:35:30 GMT</pubDate>
      <description>izinkan aku berhenti

di terminal hati yang kian mati

terpeluk pekat



bersama halimun beku

yang menahan degupku



bersama rinai yang 

coba kutangkap satu-satu




izinkan aku mengurai

ingatanku akan masa itu




saat sujudku basah

di pelataran cinta-Mu

</description>
      <comments>http://emine.blogdrive.com/comments?id=23</comments>
    </item>
  </channel>
</rss>
